Cerita Sex Kawin Di Panti
Cerita Sex Kawin Di Panti

Cerita Sex Kawin Di Panti Pijat Gairah Seksual Yang Kurasakan

Posted on

Cerita Sex – Pada suatu hari aku perjalanan pergi dari jogja dan badanku capek banget, Lalu aku jalan pelan-pelan pake motornya kebetulan di pinggir jalan yang aku lewati ada MMT tulisanya pijat capek, Akhirnya aku belok dan akhirnya mampir, karna capek dan pengen istirahat karna rumahku di daerah solo jadi perjalanan agak lumayan jauh.

Cerita Sex Kawin Di Panti

“Mau pijit mas?” tanya mbak nya.
“Iya sih mbak ? mau perjalanan pulang capek banget” sahut saya.
“Habis dari mana mas? ” mbak.
“Dari jogja mbak?” jawabku.
“Mari silahkan masuk,,” mbknya bilang gitu.

Lalu aku masuk dan ternyata cewek cantik seksi, toketnya gede dan bokongnyapun mantep semok, rambutnya panjang.
Ternyata dia yang mau mijitin aku,

“ini mas mbaknya yang mau mijitin mas ?” mbaknya bilang gitu,”

Aku sempet kaget, pa bener ya sepertinya kayak mimpi, dan baru pertama kali aku pijit di pinggir jalan ini.
Lalu kami ke kamar atau tempat yang di buat pijat dan kita awalan berkenalan dulu sebelum aku di pijitin karna aku beneran gak tau kalau terjnyata tempat aku pijit ini ternyata pijat plu-plus, pantesan cantik-cantik dan seksi-seksi pegawenya lalu aku nanya,

“Namanya siapa mbak ?” Sinta mas.

“Masnya sendiri namanya siapa ?” Tanya balik.

“Namaku Heri mbak ?” jawabku

Kemudian setelah kami kenalan dan aku di Tanya sama Sinta, mas Heri mau pijit yang sepesial komplit apa pijit aja.

Lalu aku bingung,
“Maksudnya yang sepesial pijitanynya kayak apa mbak ?” Tanyaku.

“Gak usah pake Mbak Mas. Panggil aja Sinta biar kelihatanya akrab ?” Sinta jawab sambil genit.

“Oh iy Sin,” Jawabku kembali.

“Lalu aku Tanya lagi yang pijit sepesial kayak apa Sinta, aku penasaran deh dan nanya dll. ?” Tanyaku lagi.

“Yaudah silahkan tidur tengkurep dulu mas saya pijitin dulu” Sinta’

Lalu aku tengkurep dan masih pake baju awalan, kayak gak kerasa pijitanya lalu kaosku aku suruh copot Sinta hanya kaos luar aja yang aku copot dan aku masih pake kaos dalam.Dan lumayan terasa juga pijitanya Sinta dan akhirnya aku bisa menikmi pijitan itu terasa enakan di banding sebelumnya yang masih pake kaos.

Lalu pijitanya mulai agak ke pinggulku dan aku kegelian,dan Sinta nanyain aku,

“Geli ya mas ?” Tanya Sinta, tanyanya sambil nakal-nakal genit.

“Iya Sinta geli ?” Jawabku sambil malu-malu.

“Lalu Sinta tanya lagi aku pijitin yang sepesial ya mas ? Sinta sambil mijit pantantatku dan di sengaja atau tidak di sengaja aku juga gak tahu tanganya menyentuh telur penisku.

“Dari tadikan aku Tanya gak kamu jawab sekarang malah nawarin lagi ?” Aku.

“coba mas celana dan kaos dalamnya mas lepas ?” Sinta.

“Ah gak ah malu aku sama kamu, masak aku gak pake baju ?”Jawabku.

“Gak apa-apa mas aku jamin nanti mas puas dengan pijitan aku nanti ?” Sinta.

Dan Akhirnya akupun melepas celana dan baju dalam ku atau kaos dalamku dan aku masih pake celana dalam, dan akhirnya aku tengkurep lagi dan menikmati pijitan pijitan Sinta sampe ujung atas dan kaki meskipun agak geli-geli gimana rasanya. Lanjutnya pijitan sinta di kasih sejenis pelican campuran hanbodi, Lalu di usapkan ke area tubuhku dari atas dan nyampe bawah dan pijitan dari belakang, dan akhirnya pijitan dari belakang badan udah selese.

Aku di suruh memutarkan badan dengan posisi tiduran , aku bisa melihat sinta dengan jelas terus kupandang Sinta, dia cantik, rambutny panjang, bodinya bagus, dan yang paling aku gak tahan melihat toketnya yang besar sekali dan ingin rasanya kuremas-remmas.

Sinta berlajut dengan pekerjaanya di usapin cairan untuk mijit itu mulai dari leherku, Terus ke dada aku, terus di perut aku, Lanjut dia langsung megang penisku dengan tiba-tiba, padahal aku masih pake celana dalam dan dia langsung mengusap cairan pemijat itu di campur hanbodi dan di usapkan ke penisku yang lagi aja bangun dengan tegang dan sangat keras sekali dan langsung di kocok penisku.

“Aduh Sin, geli…” Ucapanku sambil meringik agak kegelian.

“Ya ini to mas yang sepesial…?” jawab Sinta sambil mengocok penisku.

Lalu Sinta nawarin aku lagi setelah dia memainkan penisku dengan cara kocok,

“Mau yang sepesial yang plus-plus gak mas?” Sinta nawarin sambil ngasih kecupan manja.

Karna aku udah gak tahan dan rasanya aku ingin meremas-remas toketnya Sinta yang gede itu, aku Langsung jawab aja tanpa bosa basi. “Tapi di pikiranku pasti yang sepesial itu plus-plu pastinya dan Sinta pasti puaskan aku”. Batinku bilang gitu.

“Boleh juga Sin ?” jawabku sambil kegelian dan gak nahah rasanya karna penisku udah tegang sekali dan keras. Aku.

“Yaudah aku lepas pakeanku ya mas ?”Sinta.

Langsung Sinta buka baju, dan yang gak dia lepas dia masih pake BH dan CD, langsung Sinta mendekatiku.

Langsung aja aku remas –remas payudaranya karna aku udah gak tahan rasanya dia masih pake BH dan celana dalamnya itu.

“Sabar lah mas..kan pijitanku tadi belum selese ?” Kata Sinta.

“Udah gak usah di selesaikan gak pa-pa Sin, Aku udah gak kuat nahan nih…..?” Aku.

Lanjut aku gak sabar lagi kuciumi lehernya dan sambilku remas-remas toketnya dan berlanjut BH nya aku lepasi dan tak suruh gentian dia yang tiduran langsung kuremas-remas lagi toketnya sambil ku jilati putingnya dengan bergiliran satu-satu, lanjut kuciumi lagi lehernya dan tanganku menuju ke arah memeknya yang masih pake celana dalam dan tanganku masuk ke dalam celana dalamnya Sinta lalu kumainkan memeknya,

“Aaaahhhhhhhhhhhhhhh, gak tahan amat sih mas,?” ucapan sinta sambil menikmati remasan tangaku.

Lanjut aku lepas celana dalamnya dan langsung ku mainkan klitorisnya dan kuplintir-plintir, sambil kucium bibirnya dan ku remas-remas toketnya dengan bergiliran.

“aaaahhhhhhhhhhhh…emmmmmm….ahhhhhhhhhh” Sinta.

Karna dia gak tahan dia langsung membuka celana dalam ku. Dia sempat tertegun atau kaget karna melihat penisku yang lumayan besar, kemudian langsung dia hisap tanpa banyak tanya. Aku giliran tiduran tapi kaki kuterjuntai kebawah, sedangkan Sinta berlutut disamping tidur sambil menghisap penisku.

“Ummmmmmm.. Enak, gede banget Mas” gumam Sinta.

Sinta menghisap penisku selama beberapa menit, Setelah puas saya menarik Sinta ke kasur lagi. Sinta udah telanjang bulat, Bulu kemaluannya mungkin habis dia cukur sehingga bibir memeknya bisa terlihat dengan jelas. Di kasur kami kembali berciuman, toketnya tak henti-hentinya saya remas dan jari jemariku juga ikut memainkan memeknya dan klitorisnya, Sinta hanya pasrah menerima serangan dari tangan-tanganku.

Kemudian aku angkat tubuh Sinta dan menidurkan dengan posisi yang aman dan enak. Sinta merentangkan kakinya sambil tiduran di kasur, Memeknya langsung saja aku jilat, tak luput dari jilatanku adalah daerah memeknya dan klirotisnya lalu ke selangkangannya sampai dia menggelinjang kegelian.

Puas menikmati memeknya aku lansung nyuruh Sinta nungging. Pantat Sinta yang besar aku jilat dari belakang lalu belahan pantatnya aku buka. Anusnya terlihat menggairahkan dan menantang. Lalu Aku jilat anus Sinta. Tak henti-hentinya Sinta berseru dengan nikmat menikmati lidahku di anusnya.

“Aduh, langsung masukan aja mas, udah gak nahan nih,” pinta Sinta.

Tanpa diminta aku langsung mengarahkan penisku ke memeknya Sinta. Sinta langsung melenguh dengan kencang tiap kali penisku dibenamkan ke memeknya. Tangan Sinta mencengkeram seprai sementara tangan aku meremas pantatnya dengan gemas. Tampaknya Sinta tipe wanita yang memeknya banyak mengeluarkan cairan karena terdengar clipak-clipuk setiap kali penisku keluar-masuk di memeknya,lanjut bergaya seperti itu Beberapa menit kemudian aku merasakan mau keluar,

“Mau keluar nih Sin…” Aku.

Sinta langsung melepaskan penisku lalu dia membalikkan badannya dan meraih penisku kemudian menghisapnya.
Air mani ku langsung muncrat dengan deras di mulut Sinta,

“ah…ahhhhhhhh…..ahhhhhhhhhhhhhhhhh..crotttttt.crotttttttt..crotttttttttttttttttttt”.

Cerita Dewasa – Sempat dia agak mau muntah karena tak sangka maniku akan sedemikian banyak tetapi dia terus menghisap dan menelan semua maniku samapai bersih, Setelah bersih kami masih tiduran bentar. berlanjut aku mau pamit kami duduk di kasur sambil ciuman. Dan sempet tukeran no hp, Lalu aku ngasih uang bayaranya, terus aku pake baju langsung aku pamitan pulang. Di kemudian hari aku sering mampir kalau dari jogja dan kalau aku mampir aku nyuruh Sinta yang mijitin an dberlanjut ngentot sama si Sinta.
Demikian cerita ngentotku dengan seorang di panti pijat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *