Cerita Sex Rasa Sedap
Cerita Sex Rasa Sedap

Cerita Sex Rasa Sedap Ketika Dia Memasukan Kepala K0nt0l

Posted on

Certia Sex – Namaku Minda, Usiaku 32 tahun bodiku cukup proposional, tinggiku kurang lebih 168 cm berat badanku 53kg dan ukuran payudaraku 34B, wajahku manis dan lumayan cantik (itu pun orang-orang yang bilang) dan kulitku sawo matang. Aku dulu bekerja sebagai SPG salah satu sorum motor Honda dan sering ikut pameran di mall atau didaerah keramaian seperti minimarket di jawa barat.

Cerita Sex Rasa Sedap

Aku menikah dengan Yayan pria seumuran denganku 32 tahun, kami menikah 5tahun yang lalu dia seorang pekerja sukses, dan kami memang sepakat untuk tidak punya anak dulu dan kebutuhan seks kami baik-baik saja, Yayan bisa dibilang hyper seks, karna kami sehari bisa melakukan satu hari bisa 2-3 kali pagi sebelum berangkat kerja dan malam sebelum tidur kadang di lanjut saat tengah malam.

Cerita ini berawal dari kesuksesan Yayan yang telah di percaya oleh Bos nya menjadi menejer perusahaan tempat kerjanya . Yayan sering overtime dengan pekerjaanya, pada awal-awal aku bisa menerima semua itu tetapi lama-lama kebutuhan seksku harus dipenuhi juga, dan itu membuat sering kali kami bertengkar, terkadang Yayan berangkat pagi jam 5.30 pagi dan pulang jam 21.30.

Dan suatu ketika Yayan mendapat pekerjaan di luar kota dan Yayan di bantu temanya yang namanya Agus, Pertama si Agus dikenalkan sama aku langsung seperti ada yang mengganjal di pikiranku karena si Agus cara memandangnya beda sekali. kayak ada rasa suka sama aku dan sering menatapku, dan itu membuatku risih.

Karena tuntutan kantor Yayan berangkat untuk menyelesaikan pekerjaanya, lalu Yayan menyuruh Agus tinggal di rumah kami untuk sementara. Karena Yayan sama Agus berteman dekat dan udah percaya penuh sama Agus sampai Agus suruh tidur di rumah kami, waktu itu Agus tidur di sebelah persis kamar kami.

Setiap malam Agus sering menggodaku dengan berpamitan tidur, tapi seringnya kalau berpamitan sambil mata berkedip genit dan sering memandangi baju tidurku yang aku pakai. Aku jujur memang kalau tidur jarang banget pakai baju, dan misal Yayan pingin ngajakin hubungan seks biar langsung.

Pada saat pagi-pagi kami pernah bercinta di dapur waktu masih pagi sekali dengan posisiku duduk di meja dan Yayan dari depan, tiba-tiba Agus melihat kami sedang bermain seks, karena kami lagin enak-enaknya dan mau puncaknya begitu juga Yayan lalu aku teruskan. Memang aku sengaja tidak memperhentikan hubungan seknya, “maksudku misal Agus udah lihat kubiarkan saja”. Akhirnya Yayan dan aku juga tidak tega sama Agus lalu menghentikan hubungan seks ku dan akhirnya kami berpindah ke kamar, karna gak enak sama Agus. Dan aku tahu saat itu Agus melihat tubuh telanjangku ketika Yayan melepaskan batang penisnya dan terjongkok di bawah meja.

Setelah melihat kejadian itu Agus sering melihat dan memperhatikan tiap tubuhku.

Sampai suatu hari Yayan gak pernah pulang selama satu minggu dan tidak pernah menyentuhku selama satu minggu ini. Dan suatu ketika selama satu minggu waktu itu hari kamis di rumah atasanya Yayan sedang mengadakan pesta ulang tahun anaknya dan Yayan dapat undangan itu, tapi berhubung Yayan masih di luar kota jadi aku yang berangkat. Rumahnya luas dan besar dan bangunanya dua lantai sangat mewah sekali, lalu waktu aku di lantai dua ada semacam galeri koleksi bosnya Yayan. Kami datang berdua saat itu aku dan agus, malam itu aku mengenakan pakaian yang sangat seksi, gaun warna ungu yang terbuka di bagian belakang dan di belakang hanya tali gaun itu, jadi tidak mungkin bila pakai BH, dan bagian bawahpun terdapat sobekan panjang hingga kelihatan pahaku yang mulus, malam itu aku merasa PD banget dan kelihatanya sangat seksi, sampai Agus pun sempat terlena saat melihatku keluar dari kamar sebelum kami berangkat.

Malam itu saat kami sampai rumah Bosnya si Yayan sangat ramai sekali, karna aku sesudah makan dan menikmati hidangan yang udah di sajikan lalu aku naik ke atas atau lantai dua untuk melihat koleksi-koleksinya Bosnya si Yayan. tiba-tiba aku sangat tertarik oleh sebuah cermin besar yang berada di sebelah pojokan, dan aku langsung melihatnya dari dekat lalu Agus tiba-tiba dating dan melihatku dari cermin itu ternyata pandangan Agus genit banget pokonya dia juga memandangi keseksian tubuhku dari cermin itu, tanpa ku sadari dia tiba-tiba ada di sampingku.

“Udah jangan di lihatin terus nanti kacanya pecah lho,,,” Sambil bosa-basi becanda Agus.

“Ah..mana bisa pecah Gus,,” Balas jawabku.

Setelah kami ngobrol-ngobrol berdua di depan cermin lumayan lama tiba-tiba Agus minta tolong untuk membawakan gelasnya sehingga kedua tanganku memegang gelas dua.

“Aku bisa membuatmu kelihatan cantik dan seksi”,kata Agus sambil memegang rambutku yang kuurai. Langsung dia mengikat rambutku sehingga menampak leherku yang jenjang dan mulus, terus terang aku seperti terpesona oleh keadaan diriku yang seperti itu. dan memang benar aku terlihat lebih seksi. Dan setelah di ikat oleh Agus tiba-tiba tangan Agus meraba leherku dan membuatku geli dan Agus langsung mencium leherku dari belakang, daerah yang paling sensitif buatku sehingga aku terangsang dan masih dengan memegang gelas dua tadi yang telah menyudutkanku di dinding sambil si Agus menciumi leherku berpindah kedepan.

“Gus,,,, apa sih kamu gus..jangan gitu Gus tolong..lepas..!”, aku tahu aku tidak mungkin berteriak di suasana ini karena akan mempermalukan semua orang.

Agus terus menyerangku dia bebas meraba payudaraku dari luar dan terus menciumi leherku, karena kedua tanganku masih memegang kedua gelas tadi. sambil meronta-ronta aku merasakan gairahku meningkat, apalagi saat tiba-tiba tangan Agus mulai meraba belahan bawah gaunku hingga ke selangkanganku.

“Gus….tolong sudah aku mohon..tolong Gus..jangan lakukan..”,rintihku, tapi Agus terus menyerang dan jari tengah tangannya sampai di bibir vaginaku yang ternyata telah basah karena serangan itu. Dia menyadari kalau aku hanya mengenakan G-string hitam, lalu dengan sekali dia menariknya dan terlepaslah G-stringku. Aku hanya pasarah apalagi merasakan ada benda keras mengganjal pahaku. Agus sudah semakin liar dan akupun tidak dapat melepaskan, tiba-tiba terdengar suara Bosnya Yayan memanggil Agus dari pinggir tangga yang membuat pegangan Agus terlepas, lalu aku langsung lari sambil merapikan pakaian ku sambil memaki G-stringku lalu Agus lari turun langsung nemuin Bosnya. aku merasakan gairah yang cukup tinggi merasakan gairah di tempat umum walau dalam keramaian.

Pesta malam itu berlangsung larut malam dan Agus mengantar aku pulang, diperjalanan dia hanya mengakatakan,

“Maaf Minda..kau sungguh cantik dan seksi sekali malam ini.”

Sepanjang jalan kami tidak berbicara apaun. Hingga sampai dirumah aku langsung masuk ke dalam kamar dan langsung tengkurep diri di atas kasur, aku merasakan hal yang aneh antara malu atas kejadian tadi, perasaan maluku mengakui bahwa aku terangsang hebat oleh serangan Agus yang menyisakan gairah. Tanpa sadar ternyata Agus telah mengunci pintu rumah dan masuk ke dalam kamarku, aku kaget ketika mendengar suaranya,

“Minda aku ingin mengembalikan ini..” katanya sambil menyerahkan dompetku, karna dompetku tadi ketinggalan di lantai atas waktu aku nonton cermin tadi, dengan cepat aku berdiri menerima dompetku dengan cepat, tapi saat itu juga Agus langsung memelukku lagi dan langsung menciumiku sambil langsung menarik gaun malamku, maka bugilah aku diahadapannya. Tanpa menunggu banyak waktu aku langsung dijatuhkan di tempat tidur dan dia langsung menindihku dari atas. Aku awal menolak sambil menendang-nendang Agus.”

Gus.. tolong lepaskan aku..ingat kamu teman suamiku Gus..jangan..aku mohon??”, erangku ditengah rasa bingung antara nafsu dan malu, tapi Agus terus menekan hingga aku berteriak saat penisnya mau masuk ke dalam memeku, ternyata dia sudah siap dengan hanya memakai celana pendek saja tanpa celana dalam.

“Agghhhhhhhh Gus..kau..:’

Lalu mulailah dia memulai gaya genjot naik turun dan aku hanya bisa pasrah, akhirnya aku hanya menutup mata dan dan hanya bisa menikmati sambil bunyi..plok..plok..plok..aku mendengar suara penisnya yang besar keluar masuk di dalam memeku yang sudah sangat basah hingga memudahkan penisnya bergerak. Lama sekali dia genjot naik turun dan aku hanya terbaring mendengar desah nafasnya di telingaku, tak berdaya walau dalam hati menikmatinya. Sampai kurang lebih lima belas menit aku akhirnya melenguh panjang

“Aghhhhhhhhh…”

ternyata aku langsung orgasme terlebih dahulu, sungguh aku sangat malu mengalami hubungan seks paksa yang aku nikmati. Sepuluh menit kemudian Agus mempercepat gerakanya lalu terdengar suara Agus di telingaku

“Ahhh..hemmm..emhhhh?” aku merasakan vaginaku penuh dengan cairan kental dan hangat sekitar tiga puluh deti kemudian Bram terkulai di atasku.

“Maaf Minda aku tak kuasa menahan nafsuku..”bisiknya pelan lalu berdiri dan meninggalkanku terbaring dan masih bugil.

Esok paginya dikemudian hari seperti biasa aku berenang di kolam renanang belakang, Karena tak ada seorang pun aku memberanikan diri untuk berenang tanpa pakaian. Karena Agus udah berangkat kerja dari tadi pagi jam 07.00, Saat asiknya berenang tanpa kusadari, Agus ternyata kembali pulang, lalu melihat aku sedang berenang tanpa pakaian. Lalu dia bergerak ke kolam renag dan melepaskan seluruh pakaiannya, saat itulah aku sadari kedatangannya,

“Gus..kenapa kamu pulang kembali,,?” tanyaku.

“Tenang Minda di kantor gak ada pekerjaan jadi aku kembali pulang”, aku melihat tubuhnya yang kekar dan penisnya yang besar mengangguk angguk saat dia berjalan telanjang masuk ke dalam kolam.

“Pantas saja aku semalam memeku terasa penuh sekali” pikirku.

Aku buru-buru berenang menjauh Agus dan Agus berani keluar dr dalam kolam karena tidak mengenakan pakaian apapun juga. Saat aku bersandar di pingiran sisi lain kolam, aku tidak melihat ada tanda-tanda Agus di dalam kolam. Aku mencari ke sekeliling kolam dan tiba-tiba aku merasakan vaginaku hangat sekali, ternyata Agus ada di bawah air dan sedang menjilati memeku sambil memegang kedua kakiku tanpa bisa meronta.

Akhirnya aku hanya bisa merasakan lidahnya merayapai seluruh sisi memeku dan memasuki liang senggamaku dan aku hanya menggigit bibirku menahan gairah yang masih bergelora dari semalam. Cukup lama dia menjilati memeku, nafasnya kuat sekali pikirku.
Detik berikutnya yang aku tahu dia telah berada di depanku dan penisnya yang besar telah menggantian lidahnya,
“Aghhhhhhhhhh…”

Aku menahan nikmat yang sudah seminggu ini tidak tersentuh oleh suamiku. Akhirnya aku dan Agus bermain seks kembali dengan berdiri di dalam kolam renang dan tanpa ada paksaan. Aku menikmati itu sentuhan yang hasrat dan membuatku terangsang, Aku membiarkan Agus menjilati payudaraku sambil terus memasukan penisnya keluar masuk. Bahkan saat dia tarik aku ke luar kolam aku hanya menurutinya saja, aku mulai menikmati seks ini, pikirku, tapi ternyata gairahku telah menutupi kenyataan bahwa aku sedang dipaksa oleh teman suamiku. Dan di pinggir kolam dia membaringkanku lalu mulai menyetubuhi kembai tubuh mulusku..

”Kau sangat cantik dan seksi Minda..” bisiknya ditelingaku.

“Ahhhhhhh..ahhhhhhh…emhhhhhhh” Gus nikmat, desahanku.

Aku menikmatinya, lalu aku menggoyangkan pantatku mengimbangi goyangan liarnya. Hanya suara desahan-desahan ku sama desahan si Agus dan suara penisnya maju mundur di dalam memeku,

“Cluk..cluk..clup..”dia tahu bahwa aku menikmatinya.

Beberapa saat kemudian kembali aku yang mengalami orgasme diawali desahanku

“Ahhh..ahhhhhhhhhhhhhh” aku menggigit keras bibirku sambil memegang keras tubuh Agus.

Cerita Dewasa – “Nikmati sayang?”demikian bisiknya menyadari aku mengalami orgasme. Sebentar kemudian

Agus gentian orgasme,

“AAHHH..HHHhhhhh.. crotttttt..crottttttttt” dan aku merasakan semburan kuat di dalam memeku.
Hebat sekali dia bisa membuatku menikmatinya. Setelah dia mencabut penisnya yang masih terasa besar dan keras, aku reflek menamparnya dan memalingkan wajahku darinya. Aku tak tahu apakah tamparan itu berarti kekesalanku padanya atau karena dia mencabut penisnya dari memeku.

Satu hari kemudian setelah melakukan seks di kolam renang Yayan pulang, dan Agus terus berpamitan pulang pada kita berdua aku dan Yayan. Dan Yayan mengucapkan banyak terima kasih karna udah di temenin satu minggu lamanya .

Lalu aku juga mengucapkan terima kasih juga, karena bersama Agus kudapatkan gairah terpendamku selama satu minggu ini.

Demikian cerita seksku sama temen suamiku sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *